Tahukan kamu penyakit claustophobia, berikut pelajari gejala dan penyebabnya seperti apa.

Penyakit claustrophobia adalah ketakutan tidak beralasan pada ruang tertutup atau ruang sempit. Wajar jika merasa takut terjebak dengan ancaman atau bahaya disekitar, akan tetapi orang-orang yang memiliki penyakit tersebut menjadi takut dalam situasi di mana tidak ada bahaya yang jelas atau realistis. Ketika pergi ke luar, mereka akan menghindari ruang tertutup atau sempit, seperti lift, terowongan, dan toilet umum. Beberapa orang yang ngalami claustrophobia akan cenderung merasakan kecemasan ringan bila berada di ruang tertutup, sementara hal lainnya jika sudah merasakan kecemasan yang sangat parah bahkan bisa sampai panik. Kasus yang paling umum adalah merasa atau takut kehilangan kontrol. Ada beberapa situasi atau perasaan yang berbeda dapat memicu phobia ini yang wajib kamu harus ketahui. Bahkan hanya dengan memikirkan situasi tertentu tanpa adanya paparan ternyata juga dapat menjadi pemicunya. Berikut ini adalah pemicu umum yang terjadi dari penyakit  claustrophobia, yaitu:

  • Pesawat
  • Pintu putar
  • Pencucian mobil
  • Pesawat
  • Kamar ganti
  • Toilet umum
  • Lift
  • Terowongan
  • Kamar hotel jendela tutup
  • Mobil dengan central lock

Jika kita telah memiliki rasa cemas terhadap ruang tertutup selama 6 bulan, maka kemungkinan besar kita dapat terpengaruh oleh penyakit claustrophobia.[1]“dilansir dari laman klikdokter” bahwa Klaustrofobia sering kali disebabkan oleh kejadian traumatik yang dialami pada masa kanak-kanak. Misalnya, orang dewasa dapat mengalami klaustrofobia bila pada masa kanak-kanak mereka pernah mengalami terperangkap atau dikurung di tempat tertutup, mengalami bullying atau pelecehan, atau memiliki orang tua dengan klaustrofobia. Klaustrofobia juga dapat dicetuskan oleh pengalaman atau situasi yang tidak menyenangkan –seperti mengalami turbulensi saat naik pesawat atau terperangkap di kereta bawah tanah dan tidak dapat bergerak. Anak yang terlahir dari orang tua dengan klaustrofobia juga dapat mengalami hal yang sama. Terdapat banyak situasi atau perasaan berbeda yang dapat memicu terjadinya klaustrofobia. Bahkan, berpikir mengenai situasi tertentu tanpa terekspos terhadap situasi tersebut secara langsung dapat menjadi pemicu. Berikut beberapa pemicu dari penyakit claustrophobia adalah:

  • Pesawat terbang
  • Pintu berputar
  • Toilet umum
  • Tempat cuci mobil otomatis
  • Ruang ganti di pusat perbelanjaan
  • Kamar hotel dengan jendela yang tertutup
  • Mesin pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI)
  • Terowongan
  • Kereta bawah tanah
  • lift

Kondisi yang dapat menyebabkan rasa takut dan stres adalah serangan panik yang cukup umum terjadi pada setiap individu dengan klaustrofobia, gejala tersebut dapat terjadi secara tiba-tiba. Selain ansietas yang berlebih, serangan panik juga dapat menyebabkan beberapa tanda dan gejala lain, yaitu:

  • Nyeri kepala
  • Mulut kering
  • Rasa bingung atau disorientasi
  • Berkeringat, dan hal yang menyebabkan ini seperti makan makanan pedas, olahraga, atau berjemur di bawah sinar matahari memang bisa membuat keringat bercucuran dengan deras.
  • Gemetar, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia, dapat mengalami tangan gemetar, umumnya karena kelelahan, kedinginan, marah, atau ketakutan. Namun, keluhan ini tidak boleh dianggap remeh jika sering terjadi atau disertai gejala lain.
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Rasa tercekik, rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh adanya benjolan di tenggorokan atau perasaan ada yang mengganjal di tenggorokan.
  • Nyeri dada atau rasa berat pada dada
  • Mual, rasa seperti ingin muntah dan tidak nyaman pada perut.

Rasa takut kehilangan kendali, dan akan terjadi pingsan. Juga termasuk salah satu gejala dari psikologis yang disarakan akibat penyakit klaustrofobia yang berat.


[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *